Mencintai Punggung

Cinta.. aku benci mengakuinya.. aku tidak tahu terbuat dari apa perasaanku ini.. berulang kali aku menyakiti orang yang tak ingin kusakiti.. tapi aku tidak bisa membohongi perasaan ini.. aku menyakiti orang lain dan aku juga menyakiti diriku sendiri.. dengan berharap pada punggung orang yang aku cintai.. tanpa pernah berhenti berharap suatu saat dia akan berbalik dan menoleh padaku.
Aku selalu membandingkan hidupku dengan orang lain.. kenapa sulit sekali perasaan yang kudapatkan ini? Ketika aku mulai menyukai punggung seseorang,  aku tidak pernah bisa mendapatkannya.. hanya kepahitan yang aku rasakan karena melihat perlahan punggung itu pergi menjauh dariku tanpa pernah sekalipun menoleh ke mata yang terus memandangnya.. hanya air mata yang mengalir dari mata yang tak pernah berkedip..  
Sepi dan hampa.. hariku tanpa punggung itu terasa tidak bergairah.. tidak ada makna dan tidak ada arti.. tapi ketika punggung lainnya datang mendekat, hidupku terasa baru lagi.. terasa ada dorongan kuat untuk menunggu.. ya,, aku selalu menunggu,, menunggu kapan punggung itu akan melihat ke belakang supaya aku bisa melihat dengan jelas rupa dirinya dan dia bisa tahu warna mata dari orang yang selalu memperhatikannya.. tapi, menunggu sepertinya terpaksa menjadi kesenanganku dan keseharianku
Kau tak akan pernah tahu isi hati seseorang, sealu akan ada ruang di hatinya untuk menyimpan semua misteri hati.. dan kau tak akan pernah tahu betapa rapuh dan lemahnya hati ini
Aku suka saat aku menunggu.. betapa gembiranya saat punggung itu menoleh seakan hendak berbalik. Meskipun aku tahu, dia tidak akan pernah berbalik seutuhnya.. dan ketika dia akan berbalik, aku hanya diam dan perlahan mundur menjauhi punggung itu. Aku tidak sanggup bila dia berbalik dan menyembunyikan punggungnya menghadap ke arahku, tapi dia perlahan mundur meninggalkanku.. aku takut aku tidak bisa menunggu lagi,, aku lebih takut saat aku menyadari aku sendirian dan tidak ada sesuatu yang aku tunggu..
Tuhan, aku takut ketika kau menyingkirkan semua punggung itu karena tidak mudah bagiku meletakkan hati.. tidak mudah hatiku berpaling dan aku tidak sekuat yang kalian lihat.. tidak seceria yang kalian tahu.. hatiku sangat mudah jatuh cinta pada punggung yang tidak mungkin aku gapai.. Tuhan, aku hanya ada satu permintaan, kalau memang punggung itu tidak mungkin aku gapai, jangan lewatkan bayangan punggung itu lagi,, sehingga aku bisa menunggu dalam kesendirianku, tanpa berharap banyak untuk menunggu punggung lagi, tapi dada yang melihat kepadaku dan menawarkan kehangatannya untuk menyentuh hatiku yang beku..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Juara

         Suatu ketika, ada seorang  anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil  balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya. 
          Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu  menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu  tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri. Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan  mobil balap mainan.
          Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,”Ya, aku siap!”.
        Dor. Tanda telah  dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing.
       “Ayo..ayo…cepat..cepat,maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap,dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.” Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”.
          Mark terdiam. “Bukan, Pak,  bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark. Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan  untuk  menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya  bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa  saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan. Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya  kebijaksanaan dibanding kita semua.
          Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark,  tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang  ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia  tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari  kekurangan dengan rasa bangga. 
          Mungkin, telah banyak waktu  yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang  terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu  sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan yang ada di depan mata. Padahal, bukankah  yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam tuntunan-Nya saat menghadapi itu semua. Jangan mengharapkan hasil yang lebihl jika proses dan perjuangan yang kita lakukan tidak lebih. Hasil memang sepenuhnya serahkan pada Tuhan, tapi kita harus melakukan yang terbaik sebisa yang kita lakukan. Amin. Tetap semangat.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jeritan Seorang Anak untuk Orang Tua

Bagaimana hubunganmu dengan orang tuamu? Aku berharap semua orang yang akan membaca tulisanku ini bisa terketuk hatinya dan kalian tahu bagaimana perasaan seorang anak dalam didikan keluarga yang salah
       Aku anak ketiga menurut papaku dan anak pertama menurut mamaku. Kau tahu kenapa? Karena mamaku adalah istri kedua papaku setelah mama dari kakak-kakakku meninggal. Tentunya kalian pikir meski latar belakangku seperti itu, aku akan bisa hidup bahagia karena toh mereka orang tua kandungku. Tapi itu hanya terjadi di 5 tahun awal kehidupanku. Menginjak Sekolah Dasar, aku mulai mengerti dan meniru banyak hal yang sering dilakukan keluargaku. Bertengkar. Papaku tidak bekerja dan mamaku yang mejadi tulang punggung keluarga dengan toko yang mereka bangun. Aku mulai mengamati ketika papaku menyuruh kakak-kakakku untuk membantu mamaku, tapi papaku sendiri tidak melakukan apapun. Akhirnya pecahlah pertengkaran di keluargaku dan rumahku menjadi seperti kebun binatang dengan berbagai macam umpatan. Aku mulai belajar kata-kata umpatan tersebut dan bagaimana cara memberontak di keluarga.
       Aku biasa melihat TV dan satu hal yang aku inginkan sampai saat ini tidak pernah terjadi adalah moment ketika 1 keluarga makan bersama di meja yang sama. Keluargaku 6 orang dan aku sangat sayang dengan mereka sebenarnya. Aku ingin dekat dengan kakak-kakakku yang jaraknya 17 tahun lebih tua yang tentunya punya kesibukan sendiri dan orang tuaku yang sibuk bekerja. Papaku meski tidak bekerja, dia biasa makan seenaknya sendiri di jam yang dia inginkan sendiri. Aku iri dengan tayangan TV dan ketika aku melihat meja makanku, aku suka sekali membayangkan kita makan bersama tapi sepertinya itu tidak mungkin terjadi. Mamaku makan di ruang kerjanya, adikku dengan susternya, kakak-kakakku yang pulang malam setelah bekerja dan papaku yang makan tidak teratur. Kalaupun kita duduk bersama menonton TV itu tidak akan lama karena pasti langsung ada pertengkaran. Aku sungguh-sungguh keinginanku ketika kecil adalah keluargaku makan bersama di meja makan itu.
       Ketika kecil, aku nakal seperti anak-anak pada umumnya. Tapi tidak semua anak mengalami kekerasan fisik seperti yang aku alami. Aku tidak tahu apa kesalahanku saat itu karena mereka hanya berkata boleh dan tidak boleh. Inilah yang menjadi masalah dalam didikan orang tua yang tidak mengajarkan pada anak-anak alasan dan pengertian boleh dan tidak boleh. Aku ingat ketika kecil aku hanya menangis meraung-raung meminta ampun karena sakit rasanya. Setelah mereka mendengar aku berteriak jera dan minta maaf, mereka baru berhenti dan meninggalkan aku. Masih teringat jelas wajah pembantu rumahku yang langsung memelukku dan membiarkanku menangis dalam pelukannya. Tubuhku kurus saat itu, dengan kulit yang jadi kemerahan dan biru - biru bekas pukulan mereka. Aku ingat dengan jelas beberapa kejadiannya. Aku pernah lari sampai ke kolong tempat tidur, dan mereka menarikku dengan kasar dari kolong tempat tidur itu. Atau mamaku yang menganggapku nakal di toko, ia segera mencubit tanganku dan menyeretku ke tepian toko yang sepi pengunjung dan segera aku di pukul. Aku hanya menangis tanpa tahu apa alasannya aku tidak boleh melakukan itu. 
       Meskipun aku pintar, tapi orang tuaku tidak puas sepertinya sehingga mereka memanggil guru les untukku. Padahal aku tahu, mereka tidak ada waktu untuk menemaniku belajar. Seorang guru les seharusnya baik dan sabar, atau kalau dia memang pemarah, dia hanya membentak, tapi untukku beda. Dia seorang wanita yang sudah punya anak jauh lebih tua dariku dan aku berharap dia bisa menjadi sosok pengganti orang tuaku tapi itu hanya harapan kosong. Saat itu, aku tidak bisa menerima pelajaran dengan baik, dan dia mulai menyakitiku. Aku yang masih di Taman Kanak-Kanak, menerima perlakuan yang tidak pernah aku bayangkan. Dia mulai menjewer telingaku dan mencubit kulitku. Sakit sekali rasanya ketika kulitku ditarik dan diputar dan rambutku ditarik-tarik. Aku ingin menangis tapi dia justru membentakku. Aku mengerti dia lelah sehabis bekerja seharian dan masih harus mengajarku yang sulit memahami apa yang dia ajarkan. Aku tidak tahu harus bercerita pada siapa. Dia mengancamku untuk tidak bilang pada orang tuaku. Tapi dia tidak tahu, tanpa dia suruh pun, aku tidak akan berani bercerita pada kedua orang tuaku. Aku terlalu takut. Kalau aku sudah tidak kuat, aku ijin ke kamar mandi dan menangis di sana. Tapi itu tidak lama, karena dia akan menyusulku dan mengetuk pintu kamar mandiku dengan keras. Aku hanya bisa segera mengusap air mataku dan membuka pintu untuk menerima perlakuan lainnya. Bukannya aku tidak pintar, tapi aku terlalu takut berhadapan dengannya. Saat itu aku hanya bisa berteriak tolong ajari aku dengan sabar, aku hanya butuh kasih sayang dan orang yang bisa membimbingku dan mengerti aku, atau paling tidak, mau mendengarkan aku.
       Aku tidak pernah mengharapkan apapun dari kecil. Ulang tahun pun aku tidak pernah dirayakan karena memang aku tidak mau. Aku hanya berharap orang tuaku menyadari keberadaanku dan aku bisa merasakan rasanya jadi anak seperti teman-temanku. Jangan ada pertengkaran dan umpatan di depanku karena aku ini peniru yang baik. Dan beri aku pengertian kenapa aku tidak boleh melakukan ini itu dengan alasan yang bisa aku mengerti sehingga aku tidak akan melakukan hal itu lagi. Kalau aku tidak paham akan sesuatu, tolong ajari aku dengan bahasa yang mudah dipahami dan cara yang baik sehingga aku bisa lebih mengerti. Untuk guru lesku, aku tahu aku bukan anak bodoh jadi jangan perlakukan aku seperti anak yang sangat bodoh. Dan meskipun aku memang bodoh, tolong bukan seperti itu caranya. Tolong dengarkan aku dan pahami cara berpikirku dan sejauh mana aku sanggup menerima yang kamu berikan. Untuk para orang tua, tidak sepantasnya ketika itu aku usia antara 5 sampai 8 tahun kalian perlakukan seperti itu. Tolong perlakukan aku seperti orang dewasa meskipun umurku memang belum cukup, tapi aku mulai mengerti beberapa hal dan aku bisa menangkap beberapa hal.
       Yang paling penting aku pesan, tolong dengarkan aku. Aku hanya ingin kalian dengar apa yang kupikirkan, apa yang kuinginkan, dan apa yang tidak aku sukai. Aku tidak butuh uang kalian. Ketika aku mulai nakal dan kalian mengahajarku, kalian selalu berikan uang ke susterku dan menyuruhnya mengajakku jalan-jalan supaya aku tenang dan tidak menangis lagi. TIDAK!! bukan itu yang aku inginkan. Aku ingin KALIAN, aku ingin WAKTU kalian, aku ingin TELINGA kalian. Tolong dengarkan jeritan anak kalian tidak pernah pahami perasaannya.
       Ini adalah akibat lukaku di masa kecil sehingga aku tumbuh dengan karakter keras. Dimulai ketika masa Puber yang orang bilang masa pemberontakan, aku melaluinya dengan memberontak pada keluargaku. Aku kecewa dengan papaku sehingga ketika papaku mulai bertengkar dengan kakakku, aku berani ikut dalam pertengkaran itu dan membentak papaku. Aku bahkan berani membalas umpatan yang papaku berikan padaku dan berteriak dengan kasar. Kita jadi lebih sering bertengkar karena hal kecil misal berebut remote TV atau karena aku suka makan di kamar. Sebenarnya alasanku suka makan di kamar karena aku tidak suka makan sendirian di meja makan. Rasanya sepi dan kosong di ruang makan yang luas hanya ada aku sehingga aku suka membawa makanan ke kamar dan itu yang papaku larang. Tapi justru aku berani membantahnya dan pernah karena terlalu kesalnya aku, aku membanting piring makanan di hadapannya. Jika kita berebut remote TV, aku akan marah dan membanting pintu kamarkku dengan keras. Bahkan pernah aku mendorong kasur sampai menutup pintu supaya papaku tidak bisa masuk kamarku. Di kamar aku akan membanting semua barang yang bisa aku banting atau aku lemparkan supaya papaku di luar tahu kalau aku benar-benar marah. Banyak kenakalan yang aku lakukan yang sebenarnya hanya untuk menarik perhatian mereka tapi tetap saja aku dilabel anak nakal sehingga mereka tetap tidak peduli.
       Di sekolah, aku yang terbiasa diberi perlakuan fisik oleh guru lesku maupun orang tuaku, menjadi berpikir bahwa untuk menyelesaikan suatu masalah harus dengan fisik juga. Sehingga aku tidak pernah segan-segan untuk memukul temanku yang kuanggap nakal. Aku punya julukan saat itu di SD dan ketika mereka mengolok-olokku, aku akan balas dengan memukulnya. Awalnya kami lakukan itu hanya bercanda dan mereka yang dipukul jutru merasa itu lucu, tapi karena aku sudah ahli mengeluarkan pukulan dan tendangan, aku jadi merasa terbiasa. Tak heran, kami yang awalnya bercanda terkadang terlibat pertengkaran yang serius. Aku pernah memelintir tangan temanku cowok sampai dia kesakitan, menendang tulang kering kakinya atau pukul-pukul seluruh badan. Ya, aku biasa bertengkar dengan cowok dan ada kepuasan sendiri ketika mereka kesakitan. Tapi aku juga pernah merasakan sakit ketika mereka mulai emosi dan serius membalasku. Orang tuaku tidak pernah tahu hal ini sampai sekarang.
       Untuk para orang tua, aku ceritakan ini agar kalian mengerti kalau karakter anak-anak akan mudah terpengaruh lingkungan. Dan anak tidak butuh dibentak untuk menurut. Cukup anggap kami sebagai orang dewasa dan ajak kami bicara dengan pengertian yang akan kami mengerti tentunya. Jelaskan pada kami perlahan dengan sabar dan berikan kami sedikit waktu kalian supaya kalian tahu apa yang kami rasakan. Kami tidak butuh uang kalian tapi cinta kalian.

----- THE END ----











  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bukan Orang Ketiga

Pernahkah kau menyukasi seseorang tapi tidak mampu menunjukkannya?? Itu aku. Kebanyakan orang ketika menyukai seseorang, ia akan mencari - cari kesempatan untuk dekat dengannya. Seperti temanku Rangga dan Merry. Aku iri melihat mereka. Bagaimana Merry diperlakukan oleh Rangga dan bagaimana hari - hari Merry dipenuhi Rangga Rangga dan Rangga. Posisiku sebagai sahabat Merry pun mulai tegusur. Aku kesal dengan Rangga karena dia telah mengambil sahabatku. Tapi aku pun tidak tahu bagaimana menunjukkan kesanku pada Merry bahwa waktunya terlalu banyak untuk Rangga daripada denganku. Aku rindu saat - saat kami pergi dan menghabiskan waktu bersama. Tapi aku bukan tipe orang yang ketika cemburu, aku mampu mengungkapkan itu dan aku tahu ini bukan salah Merry. Karena aku ini malu dan bisa dibilang terlalu gengsi untuk mengakui kalau aku cemburu dengan Rangga sehingga Merry tidak tahu perasaanku yang sesungguhnya.
Aku menyukai seseorang saat ini. Dia kakak kelasku. Tampangnya cukup tampan, tinggi, putih, namun sedikit kurus memang. Aku tidak tahu mulai kapan aku menyukainya. Padahal kesan pertama ku adalah kesal karena saat games di sekolah, aku kalah dan dia yang menghukumku. Tapi sejak saat itu kami jadi sering bertemu karena kami sama - sama OSIS di SMA. Ya, dia ketua OSIS ku. Aku kagum dengan cara bicaranya, bagaimana dia menjelaskan rencana kerja kami, dan yang paling aku sukai adalah matanya. Aku tidak tahu mulai kapan aku suka melihat matanya. Tapi aku takut ketika matanya melihat mataku juga. Aku langsung tertunduk dan mengalihkan pandanganku. Mungkin saat itu aku bermaksud mengatur denyut jantungku dan keringatku yang tiba tiba tidak bisa kukendalikan.
Kau tahu, bagaimana caraku menyukainya?? Kau pasti berpikir kalau aku akan sering ngobrol dengannya atau tiba tiba sms dia. Tapi sebaliknya, aku justru selalu menghindari saat saat aku harus bertemu dengannya. Kau tahu kenapa? Karena aku merasa tidak pantas untuknya. Dia adalah idola teman - temanku. Sosok cowok sempurna yang baru aku temui. Sedikit bocoran, aku ini mudah jatuh cinta namun hanya padanya, hatiku ini diam seolah tidak mau berpindah. Rasanya menyakitkan memiliki perasaan ini dan aku ingin membuangnya. Terlebih temanku menyukainya. Aku tidak mungkin akan menyakiti perasaan temanku dan ini yang makin menyikasaku.
Kau tahu? Pernah sekali temannya berkata padaku bahwa dia memujiku. Dan yang paling mengherankan, setelah aku mendengarnya, selama 3 hari lebih aku seperti mendapat kekuatan yang melimpah - limpah. Perasaanku jadi bimbang, senang, penasaran, dll. Aku senang karena dia ternyata memperhatikanku tapi aku khawatir kalau dia hanya membohongiku. Temanku itu pun tiap hari menggodaku dengannya. Tapi reaksiku justru marah dan bukannya malu. Kau tahu kenapa lagi? Karena aku takut kalau aku malu, itu artinya aku menunjukkan bahwa aku menyukainya dan aku takut kalau mereka hanya mempermainkanku. Tapi sekarang yang kupikirkan, aku takut temanku itu berkata pada dia kalo aku ini tidak menyukai ketika digoda dengannya. Ya, mungkin dia tidak akan tahu betapa senangnya aku digoda dengannya. Jam berapa aku tidur hanya untuk memikirkannya dan mengontrol perasaan yang meluap luap akibat dia??
Dan sekarang, jangan harap hubungan kami ini berlanjut karena memang tidak pernah dimulai. Aku merasa kami makin canggung. Dan akhir akhir ini aku tahu dia sedang dekat dengan anak lain. Sebaya denganku memang. Kami sama sama anggota OSIS dan saling mengenal tapi cewek ini pasti tidak tahu bagaimana aku memendam perasaan ini. Teman temanku tidak ada yang tahu hubungan mereka tapi bisa dibilang aku ini paling peka urusan seperti ini. Aku tahu mereka sedang dekat meski ketika aku tanya teman temannya, mereka tidak ada yang tahu. Aku ingin menangis tapi air mata ini kering. Memangnya apa yang mau ditangisi? Aku hanya mencintai punnggungnya. Ya memang karena dia tidak pernah menoleh ke arahku. 
Sekarang aku kembali sendiri. Kau bisa bilang aku ini sungguh menyedihkan. Tapi orang seperti aku ini memang ada. Kau boleh bilang aku ini bodoh, karena memang aku ini bodoh. Kenapa sulit sekali menunjukkan secuil perasaanku?
Tak ada yang lebih menyakitkan daripada menatap kedua mata orang yang kamu cintai, lalu menemukan bayangan orang lain terpantul disana - Orang Ketiga
Mungkin kutipan novel itu cocok untuk perasaanku saat ini. Tapi yang aku tahu, aku bukanlah orang ketiga. Ya, karena aku tidak pernah masuk sebelumnya dalam hubungan mereka. Dan biarlah aku dengan perassaan ini. Mencintainya diam diam.

Salam,
Bukan Orang Ketiga

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Persahabatan


     Untuk ukuran orang se-introvert aku, memulai dan mengakhiri pertemanan cukup sulit. Untuk orang - orang tertentu aku bisa begitu terbuka dan bertanya banyak hal dari perkenalan pertama. Tapi lebih sering aku yang diam dan hanya menunggu untuk ditanya. Aku yang dulu tidak seberani sekarang untuk membangun komunikasi. Aku tidak bermaksud menyalahkan keluargaku yang memang jarang membawaku bertemu orang banyak sehingga aku menjadi pemalu seperti sekarang. Sekarang sudah saatnya aku menjadi dewasa dan masa lalu tidak lagi berhak menentukanku menjadi seperti apa. Aku ingin menjadi diriku sendiri meski aku tidak tahu seperti apa diriku yang sebenarnya. Yang kutahu, ada satu sisi dalam diriku yang begitu jahat dan dingin. Tapi aku tidak pernah menunjukkan sisi itu secara langsung karena mereka hanya bermain - main dalam pikiranku. 
      Bagaimana cara membina hubungan dengan baik? Orang yang sebenarnya dekat denganku justru malah aku tinggalkan dan aku ingin dekat dengan orang yang kuanggap bisa jadi sahabat yang justru malah akhirnya meninggalkan aku. Aku merasa gagal dalam membangun sebuah hubungan persahabatan. Aku tidak tahu mana yang akan setia dan mana yang akan pergi. Justru aku menyia - nyiakan orang yang sebenarnya selalu ada buatku dan pergi mencari orang lain yang terlihat WOW. 
     Kadang aku merasa takut. Takut pada perubahan. Ketika aku sudah cocok dengan seseorang, aku takut orang itu akan mengenal orang baru dan meninggalkanku. Tapi aku tidak pernah bisa menyampaikan apa yang aku rasa. Mulutku selalu membisu dan aku hanya diam ketika temanku meninggalkanku. Mereka mengira aku ngambek dan memang itu aku. Aku yang cemburu karena dia memilih orang lain dibanding aku. Aku baru sadar kalau cemburu tidak hanya datang pada orang yang menjalin kisah asmara tapi juga pada persahabatan. 
     Aku hanya takut dimanfaatkan. Perasaanku ini milikku sendiri. Jadi ini kewajibanku untuk menjaganya agar tidak sakit. Sudah berapa kali banyak orang memanfaatkanku disaat mereka butuh dan meninggalkanku saat aku yang butuh. Ini mungkin yang membuatku seperti ini. Ketika mereka ingin berteman dengan orang lain, aku memutuskan meninggalkannya agar dia tidak mencariku lagi ketika teman barunya meninggalkannya dan sadar bahwa aku ini orang yang ada untuknya dan merupakan kesalah meninggalkanku. Tapi aku tahu pikiran ini begitu sombong. Tidak semua temanku itu meninggalkanku sebenarnya tapi mereka hanya ingin mengenal orang baru. Tapi kecemburuanku ini begitu tidak terarah sehingga pikiran jelek selalu menyerang dan doktrin mereka meninggalkanku yang tumbuh,
     Ketika dia memilih orang lain, yang dipikiranku hanyalah kalau dia bahagia dengan orang lain, tidak apa kalau aku sendiri dan membuatku terlihat seperti orang yang perlu dikasihani karena ditinggalkan dan temanku itu sebagai tersangka yang jahat karena meninggalkanku. Tapi itu justru membuatku menjauh dari temanku itu. Aku jadi dingin ketika bicara dengannya. Dan akhirnya dia mengira aku yang berubah dan benar - benar meninggalkanku. Itu mungkin kesalahan terbesar yang selalu aku lakukan berulang - ulang kali. Niatku hanya agar dia suka dengan teman barunya dan merasa nyaman tanpa mempedulikan aku dan mendapat kasihan tapi justru dia yang mengira aku berubah dingin padanya dan akhirnya dia benar - benar pergi.
     Aku takut Tuhan kalau teman - temanku berubah. Tapi aku tahu kalau mereka pasti berubah. Tidak mungkin hanya aku yang mereka temui selamanya. Pasti akan banyak ada orang - orang baru dalam hidup mereka yang akan membuat mereka merasa nyaman juga. Tapi aku belum siap Tuhan. aku belum siap kehilangan. Egois sekali memang. Tapi aku juga mau berubah. Aku seringkali takut pada pertemuan karena selalu akan ada perpisahan. 
     Aku mau mengganti prinsip hidupku mulai sekarang. Tidak lagi minta dikasihani atau apapun. Hidup hanya sementara jadi tidak perlu berpikir terlalu dalam. Manusia akan selalu mengecewakan tapi hanya Tuhan yang tidak pernah membuatku kecewa. Karena itu aku mau berteman lebih banyak dengan orang sehingga ketika 1 orang pergi, aku akan punya 10 orang baru di sekitarku. Dan ketika orang itu lebih memilih orang lain, It's OK.. Aku akan belajar tetap baik padanya ketika dia meminta sesuatu dariku. Aku tidak ingin persahabatan ini rusak hanya karena orang baru. Aku mau menjadi dewasa meskipun sakit rasanya melawan hati dan pikiran. Dikasihani memang menyenangkan karena kamu akan melihat berapa banyak orang yang perhatian padamu Tapi rasa kasihan tidak berarti sayang. Jadi untuk melihat berapa orang yang sayang padamu, mulailah dengan bertanya pada diri sendiri berapa orang yang aku sayang..
     Mungkin aku bisa mengilustrasikan seperti ketika aku menggenggam tanganku sendiri dengan erat, ketika aku melepaskannya, aku justru merasa sakit. Namun jika aku menggenggamnya tidak dengan kuat sekali, aku tidak merasakan apa - apa. Dan mungkin seperti itulah caraku harus menggenggam dunia. Dunia ini hanya sementara dan tidak ada yang kekal. Suatu saat dunia ini perlahan - lahan akan meninggalkanku sendiri jadi aku memang tidak boleh memegang erat hal di dunia seperti persahabatan. Mulailah serahkan pada Tuhan karena dia yang akan menyertaiku sampai selamanya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menjadi Pahlawan

Selasa malam kemarin aku baru saja menonton untuk yang kedua kalinya di Surabaya. Pilihan yang kutonton adalah Dark Night Rises atau Batman. Aku tidak ingin bercerita tentang bagus tidaknya film itu tapi ada satu bagian dalam film tersebut yang begitu membekas dan mengganggu pikiranku. Yaitu bagian dimana Mr. Wayne atau si Batman yang mengatakan bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan meskipun hanya dengan memberikan mantel pada seorang anak kecil dan mengatakan bahwa dunia belum berakhir. Dan si anak kecil itulah yang ternyata tumbuh dewasa dan menjadi Batman.
Aku begitu terganggu dengan kata – kata ini. Ya, seringkali aku ingin menjadi seorang pahlawan yang menerima banyak pujian. Menjadi pahlawan yang terkenal dan populer. Tapi aku menjadi telah belajar sesuatu tentang bagaimana menjadi pahlawan yang sesungguhnya. Menjadi pahlawan tidak butuh orang yang kuat, pintar, tampan atau cantik, lincah, hebat dsb. Setiap orang bisa menjadi pahlawan. Tapi apa itu artinya pahlawan? Menurutku pahlawan adalah orang yang mampu membuat orang di sekelilingnya merasa aman dan nyaman. Tidak perlu punya kemampuan khusus seperti Spiderman, tidak perlu kuat seperti Superman, tidak perlu peralatan canggih seperti Batman untuk bisa disebut sebagai pahlawan. Tapi bagaimana orang itu memberikan “sesuatu” kepada orang lain.
Seringkali aku menganggap bahwa pahlawan harus melakukan sesuatu yang besar dan spektakuler. Itu tidak salah tapi seorang pahlawan tidak diukur seberapa besar “sesuatu” yang diberikan pada orang lain. Ketika memberi sepotong roti pada seorang nenek yang kelaparan, menjadi pendengar pada teman yang sedang bermasalah, memberikan mantel pada anak jalanan yang kedinginan juga sudah bisa disebut sebagai pahlawan. Sesuatu yang kecil memang yang diberikan tapi merupakan sesuatu yang besar yang diterima.
Ketika berbuat baik dalam hal kecil pada orang lain, seringkali aku lupa pada apa yang pernah aku lakukan tapi aku belajar percaya kalau orang yang menerima kebaikan itu akan selalu mengingatnya. Aku berkata seperti ini karena aku sendiri mengalaminya. Aku tidak ingat ketika mengingatkan temanku untuk membawa sesuatu ke sekolah dulu tapi aku baru ingat ketika dia mengucapkan terima kasih banyak padaku karena mengingatkannya sehingga ia tidak dihukum. Bagiku itu hal biasa saja tapi baginya itu adalah sesuatu yang berkesan. Coba ingatlah kapan terakhir kali kalian memberikan “sesuatu” pada orang lain. Tidak semua orang kembali padamu dan mengucapkan terima kasih pada apa yang sudah diberikan tapi pecaya saja kalau Tuhan yang melihat apa yang dilakukan itu dan kamu telah belajar menjadi seorang pahlawan yang berbesar hati.
Ini kutulis karena aku ingin mengucapkan terima kasih pada pahlawan – pahlawanku. Banyak sekali pahlawan dalam hidupku tapi mungkin aku akan bercerita beberapa saja. Tidak tahu mereka masih mengingatnya atau tidak tapi aku tidak pernah lupa pada “sesuatu” yang mereka berikan. Ketika SMA aku sedang dalam masalah, tanpa sadar aku menangis sambil memeluk teman perempuanku. Air mata mengalir begitu saja dan teman perempuanku ini hanya diam kupeluk. Bagiku dia adalah pahlawan saat itu karena aku hanya butuh orang untuk bersandar dan dia tahu dia hanya harus diam. Saat itu juga teman laki-laki ku melihatku menangis. Karena tidak tahan, aku berlari pulang. Tidak kusangka teman laki – laki ku itu menyusul ke rumahku. Yang mebuatku terharu, dia hanya bertanya kenapa aku menangis dan khawatir.  Saat itu aku merasa Tuhan sudah menunjukkan mana sahabat yang terbaik dan aku masih berteman dengan mereka sampai sekarang karena mereka yang menyadarkanku kalau aku tidak sendirian dan mereka terus menjadi pahlawanku.
Aku juga punya pahlawan lainnya. Dia adalah orang yang mau mendengarkan ceritaku dari awal sampai akhir. Tidak peduli hari sudah sore tapi dengan sabarnya dia hanya mendengarkan sambil sekali – kali memarahiku. Bagiku dia pahlawanku karena berkat dia, untuk pertama kalinya aku menceritakan masalahku dan berani terbuka selain itu, dia percaya padaku. Pahlawan lainnya adalah temanku di kuliahku ini. Ketika itu ban motor temanku kempes saat kupakai sehingga aku harus bertanggung jawab dengan menambalnya. Aku tidak kuat kalau harus membawa motor ke tukang tambalnya tapi ada temanku yang mau menemaniku. Bagiku dia juga pahlawanku. Mereka mungkin lupa apa yang mereka lakukan tapi aku selalu ingat apa yang mereka berikan padaku karena sangat berarti.
Sosok pahlawan yang kukagumi adalah mamaku. Mama yang berjuang sendirian menghidupi keluarga yang kubilang berantakan ini. Dua kakakku yang sudah seharusnya mandiri masih meminta uang dari mama. Meskipun karena terlalu bekerja kerasnya mencari uang, aku jadi tidak bisa merasakan hangatnya keluarga tapi aku tahu karena kebutuhan keluarga juga besar. Mama punya 5 orang adik dan aku tahu ceritanya kalau mama hanya bisa sekolah sampai SMA dan harus bekerja untuk membiayai adik – adiknya sekolah. Mama melepaskan cita – citanya menjadi dokter dan bekerja hingga adik – adiknya bisa sesukses saat ini. Tapi di tengah sibuknya mama, kadang mama bisa perhatian dan aku tahu hatinya. Hatinya yang ingin melihat anaknya sukses meneruskan mimpinya untuk hidup lebih baik.
Terima kasih para pahlawanku dan terus belajar menjadi pahlawan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sebelum Terlambat (1)

Kalau kau menyayangi seseorang, katakanlah bahwa kau menyayanginya agar ia tahu betapa berharganya dia untukmu.
Kalau kau merindukan seseorang, katakanlah bahwa kau merindukannya agar ia tahu bahwa keberadaanya selalu kau inginkan.
Katakanlah apa yang kau rasakan lewat kata - kata dan tindakan.
Karena perbuatan cintamu akan selalu memiliki arti baginya.
Jangan pendam cinta untuk diri sendiri karena itu menyakitkan.
Menyakitkan ketika ia sudah pergi tanpa tahu ada orang yang peduli padanya.
Yang tertinggal hanya penyesalan karena rasa yang dipendam sendirian.


      Ketika SMP,  aku tidak memiliki teman sebangku. Semua teman yang aku kenal sudah memiliki teman sebangkunya sendiri. Sampai akhirnya ada seseorang yang mau menemaniku. Rambutnya merah keriting, matanya sendu, dengan senyum lebar menghiasi wajahnya. Dia seharusnya menjadi kakak kelasku tapi dia harus tinggal kelas dan sekelas denganku. Awalnya aku meremehkannya dan memilih teman lain yang menurutku lebih pintar darinya. Tapi menurutku yang lain palsu, mereka tidak tulus berteman denganku. Terkesan aku yang mengikuti mereka tapi mereka tidak mau memahami pendapatku.
     Dengan terpaksa pun aku dekat dengannya. Namanya Eve. Setahun lebih tua dariku tentu saja. Selain dengannya, aku juga dekat dengan anak lain yaitu Jessica dan Kezia. Kami selalu duduk berempat  depan belakang. Semakin lama aku mengenalnya, aku mulai memahami Eve. Orangnya sederhana dan tidak sombong meski sedikit pemalas memang dengan dandanan yang lusuh dan tatanan rambut acak - acakan.
     Setahun sudah aku berteman dengannya. Tapi, setahun dengannya itu aku menjadi orang yang jahat. Terkadang aku meninggalkannya duduk sendirian ketika aku ingin menemani temanku yang lain. Ya, dia sendirian. Tapi dengan sabarnya dia menungguku. Ketika dia ingin duduk dengan anak lain, aku merengek tidak mau sendirian dan dia mengalah untuk menemaniku. Egois memang diriku. Sangat egois. Terkadang aku juga memilih meninggalkannya demi temanku yang menurutku "lebih" kaya dan pintar. Tapi ketika aku sadar mereka tidak tulus padaku, aku kembali padanya dan dia menerimaku.
     Akhirnya aku naik kelas dan sekarang aku kelas 9 sehingga tidak lagi sekelas dengan Eve. Ada perasaan senang dan lega karena aku tidak lagi dengannya. Menurutku Eve terlalu sederhana dan aku berpikir dia tidak "seasik" teman yang lain. Meski begitu, aku dan Eve masih sering pulang bersama naik angkot. Aku sering seangkot dengannya meski akhirnya aku turun duluan. Aku masih dekat dengannya tapi hanya saat pulang sekolah. Selebihnya aku memilih temanku yang lain. 
     Di bulan Agustus, Eve berubah. Dia seperti tidak mengenalku dan aku tidak tahu kenapa. Ketika aku memanggilnya saat bertemu dengannya di tangga sekolah, wajahnya terlihat bingung dan dari wajahnya aku bisa menebak pertannyaan di pikirannya yang bingung pada sosokku. Aku bertanya - tanya apa yang salah denganku. Tapi aku tidak merasa sesuatu yang salah dalam diriku. Tapi akhirnya aku menganggap itu hanya kebetulan karena mungkin ada hal lain yang dipikirkannya sehingga ia kaget pada sapaanku. 
     Setelah kejadian itu, ia makin aneh dan menghindariku yang membuatku makin tidak mengerti. Aku bertanya pada Jessica dan Kezia dan mereka merasa hal yang sama. Tapi kami tidak terlalu ambil pusing. Aku bertanya pada Eve dan dia berjanji suatu saat akan menjelaskan padaku.
     Di bulan September, Eve mengajakku berbicara empat mata tentang perubahan sikapnya. Dan yang aku heran, ia mengenalkan dirinya sebagai sosok yang berbeda. Dia bilang dia punya kembaran dan orang yang aku temui tempo hari adalah kembarannya sehingga tidak mengenalku. Tentu saja aku tidak percaya pada ceritanya karena terlalu janggal. Yang aku heran, kenapa dia membuat cerita seperti itu. Dan waktu bicara denganku, tatapan matanya kosong. Aku takut melihatnya, sangat takut. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya karena aku tidak peduli sehingga ketika dia bertanya padaku apa percaya padanya, aku menjawab dengan enggan bahwa aku percaya meskipun hatiku bilang tidak.
     Tiba suatu hari, aku masih ingat kalau aku harus pulang sore dan dia pun demikian. Akhirnya aku pulang dengan Eve. Hari itu dia terlihat sungguh aneh dan manja padaku. Ia mengulur - ulur waktu pulang dan mengajakku ngobrol panjang lebar sehingga kepulangan kami tertunda. Aku kesal padanya karena banyak angkot yang sebenarnya bisa kami tumpangi tapi dilewatkannya dengan berbagai alasan. Tidak biasanya dia seperti itu karena dia bukan tipe pemilih. Aku semakin kesal dan menanggapi semua ceritanya dengan ketus. Ia berusaha mengajakku ngobrol lebih banyak dan aku hanya bisa marah - marah. Aku lelah seharian dengan kegiatan di sekolah dan ingin istirahat di rumah tapi dia menghambatnya. Akhirnya karena emosiku, aku naik angkot yang lain yang tidak sejurusan dengannya. Kutinggalkan dia sendirian disana. Kulihat matanya yang masih tetap sendu dan kesedihan di wajahnya tapi tidak kupedulikan. Ada sedikit rasa bersalah memang tapi aku diam.
     Esoknya aku datang ke sekolah seperti biasa tapi rupanya ada yang tidak biasa di sekolah. Suasana hening dan guru - guru yang biasanya tersenyum berjalan di lorong sekolah berubah raut wajahnya menjadi muram. Aku tersentak kaget mendengar cerita temanku. Aku ingin menangis tapi tidak bisa karena aku sulit mempercayainya. Dia tidak ada lagi disini. Sosok mata sendu dengan rambut merah keritingnya sudah tidak ada. Kakak yang sabar menghadapi keegoisanku sudah pergi. Orang yang terakhir kutemui itu pergi meninggalkanku. Untuk pertama kalinya dia meninggalkanku. 
     Hey! Aku tidak percaya ini. Mana mungkin orang yang beberapa jam lalu masih ngobrol denganku itu pergi. Sampai akhirnya guruku masuk kelas dan memberitakan pengumuman itu. Katanya Eve punya penyakit asma dan saat ia pulang dari sekolah, asmanya kumat dan ia sendirian di rumah sehingga tidak ada yang memberi pertolongan. Aku kaget karena aku yang setahun lebih berteman dengannya pun tidak tahu penyakitnya. Aku sama sekali tidak tahu ia punya sakit asma. Aku merasa aku ini egois sekali saat itu. Dia begitu peduli padaku tapi aku tidak peduli padanya. 
     Pagi itu juga aku Jessica dan Kezia dipanggil ke ruang BK. Terlihat Jessica dan Kezia menangis tak hentinya sedangkan aku, air mataku tidak mengalir sama sekali. Aku tidak tahu kenapa aku tidak menangis padahal temanku yang baru sekelas dengannya di kelas 9 pun menangis langsung mendengar kabar itu. Aku merasa aku tidak punya hati. Akhirnya aku buat diriku menangis hanya karena aku sungkan pada guruku dan temanku di ruang BK itu. Tapi itu bukan ketulusan. Aku sadar itu bukan ketulusan tapi aku berpura - pura. Mungkin aku adalah aktor yang baik dalam situasi ini. Aku berpura - pura kuat dan menghibur temanku yang lain tapi itu hanya siasatku karena aku tidak merasa kehilangan seperti mereka.
     Sampai akhirnya aku melayat ke rumahnya dengan teman - temanku. Aku sadar dia berbohong tentang kembarannya karena di rumahnya aku tidak melihat sosok yang mirip dengannya. Aku melewati batu nisan yang bertuliskan namanya dengan tanggal lahirnya dan tanggal hari itu. Aku melihat badannya yang terbujur kaku tapi masih dengan senyum di wajahnya. Aku tidak tahu harus berkata apa tapi yang kupikirkan hanya "cantik". Setelah waktu yang kita lewati, baru hari itu aku melihat wajah cantiknya karena biasanya dia berpenampilan kusam, lusuh dan tidak beraturan tatanan rambutnya.   
     Ketika aku keluar dari rumahnya, aku melihat ada beberapa wartawan. Aku tidak tahu apa yang membuat para wartawan tertarik dengan meninggalnya temanku ini sampai akhirnya aku mendengar pembicaraan temanku yang mengatakan bahwa wartawan itu menduga kematian Eve diakibatkan bunuh diri. Bunuh diri dengan menggantung dirinya karena kesulitan membayar uang sekolah yang sudah berbulan - bulan menunggak. Aku lemas karena kagetnya. Apalagi ini, fakta apa lagi yang tidak aku tahu. Aku yang mengenalnya lebih lama dan selalu pulang dengannya tidak tahu masalahnya. Padahal aku selalu memintanya membantu menyelesaikan masalahku.
     Aku pulang dengan banyak pikiran. Aku tidak mau ikut mengantar Eve sampai kuburannya karena aku merasa tidak layak mengantar kepergiannya. Aku pulang dengan banyak pertanyaan di pikiranku. Aku hanya diam dan mengenang saat - saat aku dengannya. Apa yang kita bicarakan terutama saat terakhirnya. Aku tidak tahu kenapa dia begitu manja dan ingin bicara banyak denganku di sore itu. Aku tidak tahu pada perubahan sikapnya dan kebohongannya padaku. Aku tidak sadar pada tatapan terakhirnya memandangku dengan sorot mata kesedihan yang seolah - olah ingin berkata padaku bahwa ia kesepian dan butuh aku. 
     Esoknya lagi, berita tentang kematiannya muncul di TV dan surat kabar dengan judul "Siswa SMP gantung diri". Hatiku bergetar membaca judul itu. Ada sesuatu bergejolak dalam hatiku. Rasa bersalah, penyesalan, sedih dan lainnya berkecamuk dan menjadi satu sehingga air mataku mulai turun. Aku bahkan tidak tahu dia meninggal karena pilihannya atau kehendak Tuhan.
     Ya. Waktu itu hatiku dingin sedingin es. Aku ini makhluk yang tidak bisa mengucap syukur pada malaikat yang ada di dekatku yaitu Eve. Aku tidak peduli padanya, pada masalahnya dan hanya peduli pada masalahku. Bahkan aku tidak punya fotonya meski pada saat itu sudah ada handphone yang memiliki kamera dan hanya memiliki fotonya dalam katalog sekolah. Aku tidak perhatian ketika ia sakit dan menyuruh temanku yang lain mengantarnya ke UKS karena aku takut ketinggalan penjelasan guruku. Dia yang sering dijahili anak lainnya karena kelatahannya yang menjadi bahan tertawaan dan aku tidak pernah sekalipun membelanya meski ia pernah hampir jatuh dan lemas karena terus - terusan kaget. 
     Kini, aku merasa kehilangan. Aku tidak pernah sadar aku menyayanginya. Dan penyesalanku yang masih kurasakan adalah aku tidak punya kesempatan mengatakan dan menujukkan perasaan itu padanya.
     Aku menyayangimu Eve. Terima kasih sudah menjadi temanku yang baik dan tulus. Semoga Tuhan menerimamu. Aku tidak tahu dengan cara apa kamu pergi, tapi aku berharap kamu tenang di tempat barumu. Maaf atas semua sikap dan penolakanku. Aku menyesal dan biarkan aku hidup dengan rasa ini untuk menebus kesalahanku.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tuhan Satukan Kami

Satukan kami
Satu dalam kuasaMu
Sebab kami bersaudara
Biar kami satu
S’perti Kau dan Bapa satu
Dunia lihat Kau dalam kami
Jadikan kami sehati sepikir
Biar k’hendakMu jadi
‘Tuk menyatakan rahmatMu
Jadikan kami satu

Lagu sederhana tapi punya makna bagiku..
Terutama ketika dinyanyikan bersama para sahabat..
Yaitu pada komsel yang diadakan di rumah Lita saat liburan..
Disitu, kami sharing mengenai masalah maupun pertolongan yang Tuhan berikan..
Sungguh indah keluarga yang Tuhan beri ini..
Tak hentinya ingin mengucap syukur karena aku menjadi orang yang beruntung..
Beruntung karena aku memiliki mereka..
Jong, Ferdi, Daniel, Ucup, Aldo, Febri, Lita, Jong, mereka adalah anak yang mencintai Tuhan..
Disini kita saling berbagi, menguatkan, dan menegur..
Ketika akan doa penutup, kami menyanyikan lagu ini..
Inilah yang menjadi kerinduan kami agar hati kami menyatu dalam Tuhan..
Menyatu dalam kebenaran yang sejati dari Bapa..

Tuhan, terima kasih..
Terima kasih mereka telah hadir dalam dunia ini..
Terima kasih sudah mengenalkan mereka padaku..
Terima kasih karena aku mencintai mereka..
Tuhan,
Jangan hadirkan perpecahan maupun kesombongan dalam diri kami..
Biar kami bertumbuh bersama seturut kehendakMu
Aku percaya Tuhan,
mereka kado terindah yang Engkau berikan..
Sekali lagi, Terima kasih Tuhan..
Terima kasih untuk cintaMu dalam hidupku lewat mereka :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Mother Teresa Quotes

Diantara semua quotes, quotes dari Mother Teresa yang banyak kusukai karena banyak mengandung kasih :)


"People are often unreasonable and self-centered. Forgive them anyway. 
If you are kind, people may accuse you of ulterior motives. Be kind anyway. 
If you are honest, people may cheat you. Be honest anyway. 
If you find happiness, people may be jealous. Be happy anyway. 
The good you do today may be forgotten tomorrow. Do good anyway. 
Give the world the best you have and it may never be enough. Give your best anyway. 
For you see, in the end, it is between you and God. It was never between you and them anyway."


"Not all of us can do great things. But we can do small things with great love."


"Life is an opportunity, benefit from it. 
Life is beauty, admire it. 
Life is a dream, realize it. 
Life is a challenge, meet it. 
Life is a duty, complete it. 
Life is a game, play it. 
Life is a promise, fulfill it. 
Life is sorrow, overcome it. 
Life is a song, sing it. 
Life is a struggle, accept it. 
Life is a tragedy, confront it. 
Life is an adventure, dare it. 
Life is luck, make it. 
Life is too precious, do not destroy it. 
Life is life, fight for it."


“Peace begins with a smile..” 


“I am not sure exactly what heaven will be like, but I know that when we die and it comes time for God to judge us, he will not ask, 'How many good things have you done in your life?' rather he will ask, 'How much love did you put into what you did?” 


“Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin.”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

You're Beautiful


Title: 미남이시네요 / You’re Beautiful

Chinese Title : 原来是美男啊
Also known as: You’re Handsome, A.N.JELL
Genre: Romance, comedy
Episodes: 16
Broadcast Network: SBS
Broadcast period: 2009-Oct-07 to 2009-Nov-26
Air time: Wednesday & Thursday 21:55
Cast:
Jang Geun Suk - Hwang Tae Kyung
Park Shin Hye - Go Mi Nam (Male) / Go Mi Nyu (Female)

Jung Yong Hwa - Kang Shin Woo

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kenangan itu..

Kata suara hati, kenangan itu ada untuk dikenang
Kata otak, kenangan ada untuk dipelajari agar esok hari tidak akan masuk ke lubang yang sama
Kata orang, kenangan itu dijadikan pembeLajaran
Kata sang pujangga, kenangan adalah perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata
Kata sang seniman, kenangan adalah keindahan yang sudah terjadi
Kata koki, kenangan itu harus dinikmati layaknya resep makanan
Kata anak-anak, kenangan itu adalah bermain odong-odong
Kata para ABG, kenangan adalah kisah kasih di sekolah
Kata guru bahasa inggris, kenangan adalah Simple Past Tense


Dan menurutku, kenangan hanyalah masa lalu yang tercipta begitu saja dimana ketika masa itu aku telah berpikir dan melakukan yang terbaik untukku. Dan aku pun gak pernah sadar bahwa segala sesuatu yang terjadi hari ini bisa saja menjadi sebuah kenangan


Tiap detik, tiap menit, tiap jam, tiap hari, tiap minggu, tiap bulan dan tahun-tahun kemudian
Kenangan akan terus menumpuk dan menumpuk
Dan tidak bisa dipungkiri lagi, kita gak bisa lari ataupun sembunyi dari kenangan karena kitalah yang menciptakan kenangan itu.
Seburuk, sepahit atau semanis kenangan yang kita punya, itulah kenangan kita.


Kata orang, jika kita terus-terusan terpuruk dalam kenangan, hal itu bisa membuat fataL keadaan
Mungkin benar, tapi toh kenangan memang tercipta untuk dikenang
Dengan kenangan kita jadi punya warna-warni cerita dalam kehidupan, sedih, senang, susah, gembira, bahagia, kejutan
Bukankah itu hal yang indah, kita jadi mengenal apa yang namanya senyum, tangis, tawa, kaget, dengan adanya kenangan itu


Setiap orang pasti memiliki kenangan yang berbeda
Dan buatku, kenangan adaLah harta terindah tentang kehidupan yang pernah kita jalani, yang bisa dengan bangga kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak.
Sekalipun pahit atau manis, tapi kita sendirilah yang telah merasakannya.


Sejarah akan menuliskan dengan tintanya betapa semua hal dalam kehidupan ini akan tersimpan dan masuk dalam Lembar kenangan di hati semua orang


Setiap kenangan akan berlalu lewat pintu belakang, pelan dan pasti suatu hari nanti dia juga akan kembali sesekali untuk menyapa kita disaat kita sudah tersenyum menerimanya atau telah dengan susah payah melupakannya


Tapi yang pasti punya sesuatu yang bisa dikenang itu sangat menyenangkan. Tanpa disadari, kita bisa tersenyum sendiri kala mengingatnya atau malah meneteskan air mata karena suatu alasan.


Dan aku menikmati setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap bulan dan setiap tahun bersama siapapun, apapun yang telah aku lakukan, dan dimanapun aku berada karena mungkin semuanya takkan pernah teruLang lagi. Dan biarkan aku simpan semuanya dalam satu tempat terindah di hati ku yang aku sebut dengan 

K E N A N G A N

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

#Case 13


Di suatu kota yang aman dan damai, tiba-tiba terjadi sebuah kasus yang menggemparkan di sebuah rumah mewah. Seorang pecinta kode bernama Domain (22 tahun) ditemukan tewas berlumuran darah dengan dua tusukan di badannya. Di tempat kejadian tidak ditemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk membunuh korban. Waktu kejadian adalah 22.00. Sang korban meninggalkan sebuah pesan kematian berupa kode. Kode tersebut tidak dimengerti oleh para polisi maupun kerabatnya.
VJ17O3U
Terdapat tiga tersangka yang diduga sebagai pelakunya.
1. Andrew (21 tahun). Pada waktu kejadian, berada di hotel Lawn sendirian sedang menonton TV.
2. Chasey (18 tahun). Pada waktu kejadian, sedang tidur di rumahnya.
3. Thomas (20 tahun). Pada waktu kejadian, sedang membuat skripsi di kosnya.
Motif masing-masing tersangka:
@Andrew: Pernah dihina oleh korban dan dipermalukan di depan umum.
@Chasey: Mantan pacar korban, dicampakkan.
@Thomas: Mengambil karya Thomas sebagai karya miliknya.
Seorang kerabat pernah menanyakan kode buatan korban. Korban hanya menjawab, ”2 langkah lebih baik, tapi suara vokal yang baik ditentukan oleh urutan angka.” Kerabat yang masih bingung kemudian bertanya tentang petunjuk lain. Kata sang korban, "Lebih baik kurangi 2 hobimu dan juga angka atau vokal sama sajalah."
Sherlock Holmes yang dipanggil untuk membantu polisi, dapat memecahkannya. Siapa pelakunya?
  
Jawaban:
2 langkah lebih baik,
maksudnya, masing" huruf yang menyatakan nama tersangka bisa ditebak lewat kodenya, baik denganmenambahi atau mengurangi (tentang ini ada di keterangan dibawah) 2 huruf/angka dari kode

tapi suara vokal yang baik ditentukan oleh urutan angka.
huruf vokal tersangka dilihat dari angka dikodenya (17 & 3)

Lebih baik kurangi 2 hobimu dan juga angka atau vokal sama sajalah.
seperti keterangan diatas, berarti dikurangi ~ penyelesaian:

VJ17O3U
V - 2 huruf = T
J - 2 huruf = H
17 - 2 = 15 = huruf ke-15 = O
O - 2 huruf = M
3 - 2 = 1 = huruf ke-1 = A
U - 2 huruf = S

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kogoro Mouri



Kogoro Mouri (毛利小五郎, Mouri Kogorou) adalah salah satu karakter utama dari manga dan anime Detective Conan. Dia adalah seorang detektif swasta dan ayah dari Ran Mouri. Nama "Kogoro Mouri" berasal dari dua sumber yang berhubungan dengan misteri. "Kogoro" berasal dari " Kogoro Akechi ", detektif yang diciptakan oleh Edogawa Rampo, sedangkan Mouri dari ce Mauri Leblanc. Dalam live action aktor drama yang memerankannya adalah Takanori Jinnai. Kanji untuk "Mouri" (毛利) berasal dari daimyo Mouri Motonari. Dia lebih suka bermalas-malas sepanjang hari. Kogoro bersekolah di SMA Teitan, bersama dengan Eri, Yukiko Fujimine dan aktris Ruri Ujou, sekolah menengah yang sama seperti Ran dan Shinichi.Dia kemudian lanjut ke Beika University, di mana ia bergabung dalam tim Judo, Ia juga merupakan penembak jitu yang sangat baik. Putri Kogoro, Ran Mouri, juga merupakan putri Eri Kisaki , yang kini hidup terpisah setelah sepuluh tahun. Meskipun terus pura-pura tidak tertarik padanya, Kogoro masih memiliki perasaan untuk istrinya itu-dia bahkan telah memintanya untuk kembali padanya, tapi Eri pura-pura tidak mendengarnya karena dia belum "siap", meskipun dia masih memiliki perasaan yang sama. Ini terlihat ketika dia cemburu ketika dia komentar pada penampilan gadis-gadis lain. Setelah Shinichi telah menyusut tanpa disengaja efek racun yang misterius dan dipaksa untuk menggunakan identitas Conan Edogawa , Hiroshi Agasa menyimpulkan bahwa Shinichi tidak bisa melanjutkan penyelidikan secara terbuka tanpa menarik perhatian yang tidak semestinya oleh Organisasi Hitam. Untuk mempertahankan kedoknya, ia menyarankan Shinichi untuk tinggal bersama Kogoro dan menggunakannya sebagai sebuah front. Ketika kesimpulan Kogoro dalam salah satu penyelidikan pertama mereka sia-sia, Conan membuat Kogoro tertidur dan menggunakan dasi kupu-kupu pengubah suaranya untuk meniru suara Kogoro, untuk menyajikan kesimpulan dan identitas pembunuh sejati yang akhirnya dikenal dengan "Kogoro Tidur" dan reputasi sebagai detektif master . (Conan akan menggunakan nya Stun-Gun arloji untuk melumpuhkan bukan Kogoro).

Kepribadian
Kogoro dapat dengan mudah tergila-gila dengan wanita cantik. wanita idolanya adalah idola pop Yoko Okino , dan dia tidak pernah ketinggalan acara televisi itu. Karena perilaku yang senang dengan wanita itu, putrinya Ran Mouri sering malu, dan sementara itu itulah alasan mengapa istrinya tidak datang kembali. Dia juga sering mabuk, dan Shinichi / Conan pernah membuat komentar sinis tentang dia yang menghabiskan uang untuk alkohol. Dalam anime, kantornya dipenuhi dengan kaleng bir kosong, dan dia menyimpan minuman keras dilemari. Kogoro juga seorang perokok berat, dan biasanya terlihat dengan sebatang rokok di mulutnya. Hobinya termasuk mahjong dan perjudian di pacuan kuda dan keirin. Dalam versi Jepang, karena namanya Kogoro Mori ia sering keliru untuk astronot terkenal Mamoru Depkes ketika ia memperkenalkan dirinya sendiri, karena mereka berdua sering dalam berita, dan memiliki nama belakang yang sama. 

Keterampilan Detektif
Sepanjang sebagian besar cerita, Kogoro digambarkan sebagai seorang detektif yang cukup kompeten, sering hilang petunjuk dan melompat ke kesimpulan yang salah, meskipun beberapa kesimpulan ini dibagikan oleh orang lain di tempat kejadian. Namun, Kogoro tidak mengikuti prosedur polisi yang tepat, mengajukan pertanyaan-pertanyaan, dan (dengan sedikit bantuan dari Conan) menjadi cukup baik. Meskipun terlihat bodoh, ia telah menjadi perwira polisi yang menonjol di bawah Inspektur Juzo Megure sepuluh tahun sebelum mulai cerita. Ia telah meninggalkan gaya polisi setelah peristiwa yang dibahas dalam film kedua, The Fourteenth Target. Karena Conan membantu Kogoro dalam memecahkan berbagai kasus, reputasi Kogoro sebagai detektif tumbuh dengan cepat. Dia tidak mengingat penyelesaian dari setiap kasus karena Conan secara sembunyi-sembunyi membuatnya pingsan dengan jarum obat penenang supaya ia dapat menjelaskan penyelesaian untuk kasus, menggunakan perangkat yang memungkinkan dia untuk meniru suara Kogoro. Namun, Kogoro sepertinya tidak pernah bertanya-tanya tentang fakta ini dan sering membual tentang kebaikannya.Karena itu, ia telah mendapat julukan Kogoro Tidur (眠りの小五郎, Nemuri Kogorou). Dalam cerita-cerita selanjutnya, ada saat-saat Kogoro sebenarnya mampu memecahkan kasus-kasus kejahatan tanpa (atau sedikit) bantuan dari Conan, terutama ketika orang-orang yang dekat dengannya terlibat, tampaknya bahwa, sementara ia dapat menghubungkan titik-titik pemecahan baik-baik saja, dia tidak bisa benar-benar memecahkannya secepat Conan. Yang pertama peristiwa ini terjadi saat perjalanan ke sumber air panas, di mana salah satu teman lamanya di perguruan tinggi dibunuh. Kogoro sebenarnya sangat terganggu dan bertekad untuk menemukan si pembunuh sendiri, dan Conan yang memahaminya tidak bisa memaksa dirinya untuk memberi obat bius padanya, membatasi diri untuk diam-diam menarik perhatian pada petunjuk yang diperlukan. Meskipun analisis yang sering tolol, Kogoro sebenarnya cukup cerdas ketika ia berlaku sendiri. Dia bahkan mampu sepenuhnya mengatasi kejahatan dirinya sendiri dalam film kesembilan, Strategy Above the Depths , karena fakta bahwa pelakunya Minako mirip Eri, dan Conan salut padanya untuk kesuksesannya. Karena kecenderungan yang sering kebetulan berada di TKP, Inspektur Megure sering menyebut Kogoro sebagai shinigami (dewa kematian).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ran Mouri


Ran Mōri (毛利 , Mōri Ran), adalah tokoh utama kedua dalam serial anime dan manga Detektif Conan. Nama Jepangnya berasal dari nama Edogawa Ranpo dan Maurice Leblanc (Dari Mourisu Ruburan, berdasarkan Aoyama). Ran adalah teman sejak kecil Shinichi Kudo, bahkan bisa disebut sebagai kekasihnya. Namun, mereka berdua sama-sama malu mengungkapkan rasa cintanya kepada satu sama lain. Ketika tinggal di rumah Ran, Conan (Shinichi) sering dicurigai oleh Ran, bahwa Conan itu sebenarnya adalah Shinichi yang mengecil setelah meminum obat buatan Profesor Agasa untuk dapat menjauh darinya, meski selalu setelah mencurigai tu, Ran curiga kepada Conan karena suatu hari, Conan meninggalkan HP-nya di sofa. Ran mengirim SMS kepada Shinichi. Namun tiba-tiba HP Conan yang tertinggal bergetar. Sifat baik Ran adalah pengertian dan murah hati, apalagi dalam hal menyatukan kedua orang tua mereka. Dia juga pernah pergi ke New York bersama Shinichi dan Yukiko. Ia bertemu dengan Vermouth, alias Sharon Vineyard. Ternyata, Sharon adalah pelaku pembunuhan berantai di New York. Namun, ia tidak dibunuh karena Ran dan Shinichi menyelamatkan hidupnya saat ia hampir jatuh dari tangga. Karena itu, Ran dijuluki "Angel" oleh Sharon.. Ran adalah anak seorang detektif, Kogoro Mouri, dan seorang pengacara handal, Eri Kisaki. Sekarang Ran tinggal bersama ayahnya, Kogoro Mouri setelah kedua orangtuanya bercerai. Salah satu sahabat Ran yaitu Sonoko Suzuki yang merupakan anak direktur perusahaan Suzuki. Ran ahli dalam karate, namun Ran takut terhadap hantu dan hewan tertentu. Ran adalah ketua klub karate di sekolahnya dan cita- cita Ran menjadi ahli karate di seluruh Jepang. Ran memiliki sifat yang lembut, namun kadang-kadang juga memiliki sifat keras hati. Ia gampang menangis, apalagi bila sedang teringat akan Shinichi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS